Penelitian ini sendiri dilakukan di Taman Nasional Atlanta, di wilayah perbatasan antara Ethopia dan Sudan. Sejak sebelumnya, wilayah ini memang telah dinyatakan sebagai wilayah atau habitat paling sempurna untuk Singa. Namun sejak beberapa waktu lalu, populasi singa di wilayah ini dikatakan telah punah.
Penemuan besar ini sendiri dilakonkan oleh sebuah tim peneliti dari Unifersitas Oxford yang dipimpin oleh Hans Baurer. Ddan didanai olej Bord Fee Foundation.
Ekspedisi ini sendiri sejatinya telah menemui titik terang sejak hari pertama. Dimana pada malam kedua, tim peneliti ini malah sudah mendapatkan bukti visual mengenai aktivitas singa di wilayah tersebut, ketika kamera night vision yang mereka tanam di hutan menangkap gambar seekor singa betina yang berkeliaran di wilayah tersebut.
Ini jelas merupakan tangkapan besar bagi dunia satwa dan pengetahuan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa spesies seperti Singa saat ini sangatlah terancam kepunahan. Dan ini juga sekaligus menjadi kabar segar bagi para pencinta dan pemerhati binatang di lingkungan liar. Karena sekali lagi, data mengenai keberadaan singa di dunia liar kembali bertambah, dan informasi ini juga dapat membantu para petugas dan pihak berwenang untuk melindungi satwa tersebut.
“Sebenarnya cukup merepotkan. Karena selama karier saya, entah sudah berapa kali saya merevisi peta distribusi singa. Namun ini adalah kabar baik,” ujar Baurer.Ini jelas akan menambah data mengenai keberadaan dari singa yang tersisa di seluruh dunia. Dan sekaligus kejutan mengingat bahwa singa sendiri telah dianggap punah di wilayah Sudan.
Sejauh ini, populasi singa di alam liar memang tidak terlalu banyak. Di Afrika Selatan saja tercatat hanya tersisa seikitar 20 ribu ekor singa saja yang hidup di alam. Sungguh ironi.
0 komentar:
Posting Komentar