Binatang purba ini pertama kali ditemukan oleh para Geolog dari Iowa Geological Survey. Ketika itu, mereka menemukan sekitar 150 pecahan fosil, yang setelah disusun ternyata membentuk wujud kalajengking raksasa. Kepingan fosil ini sendiri ditemukan di Upper Iowa River pada kedalaman sekitar 2 meter.
Kalajengking raksasa dengan panjang sekitar 160 meter tersebut diduga hidup pada masa 460 juta tahun lalu. Cukup jauh sebelum dinosaurus mendominasi bumi. Dan hal ini pulalah yang menjadikan kalajengking raksasa tersebut sebagai salah satu makhluk raksasa pertama di bumi.
Tak lama setelah ditemukan, Jemes Lemsdell dari Yale University datang dan meneliti fosil-fosil tersebut lebih lanjut. Dari analisis yang dilakukannya, ternyata ditemukan bahwa fosil binatang purba ini adalah jenis baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Kemudian fosil tersebut dinamai Pentecopterus decorahensis. Diambil dari nama salah satu dewa perang Yunani. Lamsdell juga mengataka bahwa hewan ini merupakan salah satu predator raksasa pertama di bumi dan ia tergolong ke dapam family eurypterid, kelompok kalajengking laut yang kini telah punah.
Sedikit berbeda dengan kalajengking darat, jenis P decorahensis ini tidak memiliki sengat di ekornya. Ekor mahluk ini memiliki bentuk seperti sirip untuk menyeimbangkan ketika ia berenang. Namun bukan berarti P decorahensis ini tidak berbahaya. Sebagaimana dikutip Washington Post (1/9/2015), Lamsdell menuturkan bahwa kalajengking raksasa ini sangat agresif, dan meski tidak memiliki sengat, ia memiliki sejumlah kaki di sekitar mulutnya, yang siap menggiring mangsanya menuju organ pencernaannya.
Selain P decorahensis ini, ada pula kalajengking lain yang lebih besar yang hidup di zaman yang sama dengannya. Namun sedikit berbeda, meski ukurannya lebih besar, hewan ini tidak memakan hewan lain. Ia hanya menyaring nutrisi dan hidup di dasar laut yang cukup dalam.
0 komentar:
Posting Komentar